Feeds:
Pos
Komentar

Karena ulang tahun gua rupanya sudah tidak lama lagi (kurang lebih sebulan lewat 11 hari lagi lah, persisnya tanggal 12 Maret), maka gua pikir inilah saatnya membuat list barang-barang yang gua inginkan untuk ulang tahun gua tahun ini. Kali-kali aja ada yang berbaik hati atau mungkin memiliki kesadaran tinggi untuk ngasih gua barang-barang ini. Barang-barang ini gua urutkan berdasarkan tingkat kemahalannya.

Mari kita mulai!

1. MacBook Pro

Harga: Rp. 13.000.000 – Rp. 25.000.000

Kenapa Gua Pengen: Gua sudah jatuh cinta sama Mac. Gua merasa produk mereka sangat revolusioner, keren, dan mempermudah. Saat ini gua menggunakan MacBook White dan biarpun untuk saat ini performanya sudah cukup untuk kebutuhan gua, gua menginginkan sebuah MacBook Pro untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan lain yang membutuhkan performa komputer yang lebih kuat.

2. PC Rakitan sekelas MacPro

Harga: Rp. 15.000.000-an

Kenapa Gua Pengen: Biarpun sebenernya gua pengen MacPro beneran, gua merasa gua bisa mendapatkan spec yang serupa dengan MacPro dengan harga setengahnya. Harga MacPro itu sekitar 25 – 30jutaan. Kayaknya sih kalo berburu di mangga dua, 15 juta aja udah bisa dapet yang bagus banget, mungkin serupa dengan MacPro. Downside-nya, bentuknya casing-nya mungkin ga bisa sekeren MacPro.

3.  External HardDisk with Firewire Connection

Harga: Rp. 2.000.000 – Rp. 6.000.000 (tergantung berapa besar kapasitasnya)

Kenapa Gua Pengen: Dengan banyaknya data yang masuk tiap hari, mulai dari dokumen, foto, musik, sampe film, kapasitas harddisk bawaan MacBook White gua sudah tidak mencukupi lagi (kapasitasnya cuma 120 gb). Gua punya satu harddisk external berkapasitas 320gb, tapi koneksinya hanya menggunakan USB 2.0. Dengan demikian, harddisk ini cuma bisa berperan sebagai disk backup, tapi ga bisa dipake sebagai disk primary. Kalo koneksinya firewire, maka harddisk-nya bisa dijadikan salah satu harddisk primary. Gua butuh untuk kepentingan editing. Kapasitas yang gua inginkan adalah 4 Tb, tapi dikasih yang 1 Tb pun gua akan menerima dengan sangat senang hati.

4. Magic Mouse

Harga: Rp. 799.000

Kenapa Gua Pengen: Sebenernya dibilang butuh-butuh amat sama yang satu ini sih ngga. Tapi produk ini sungguh sangat revolusioner dan keren. Biarpun Multi-Touchnya terbatas, tapi tetep aja keren. Rasanya menyenangkan aja bisa melakukan multi-touch di komputer yang seharusnya gak multi-touch. Gua udah bilang kalo bentuknya keren? Oh dan lagi, asik aja rasanya kalo punya mouse wireless dengan bluetooth connection. Ga ribet dengan kabel.

5. Brown Boat Shoes

Harga: Rp. 550.000an

Kenapa Gua Pengen: Ya pengen aja! Kenapa siih??!!

6. God of War III

Harga: Rp. 450.000an

Kenapa Gua Pengen: Salah satu alesan gua beli PS 3 adalah karena game ini, jadi adalah pengkhianatan besar jikalau gua gak beli game super keren ini. Game ini baru beredar di bulan Maret, mungkin sekitar tanggal 16.

7. Manchester United Jersey dengan Nomer 7 dan Nama Gua

Harga: Jersey-nya sih antara Rp. 200.000 – Rp. 600.000, tergantung KW apa asli. Tapi print nama dan nomer gak tahu.

Kenapa Gua Pengen:Karena gua fans Manchester United dan nomer 7 adalah nomer sakral di MU. Jadi kayaknya asik aja punya kostum MU dengan nomer 7 dan nama gua.

8. DVD & Blu-Ray Film

Harga: variatif, bisa coba cek di amazon.com, poladisc Blok M, atau mungkin coba hunting di mangga 2.

Kenapa Gua Pengen: Karena gua suka. Gua tidak pernah bisa menolak godaan film-film keluaran Criterion Collection. Ada banyak sekali titel yang gua belum punya, tapi beberapa yang gua paling pengen adalah 25 films of Akira Kurosawa, Chungking Express, 8 1/2, The Last Metro, Repulsion, dan Gomorrah. Gua menerima DVD dengan senang hati, tapi sebenernya lebih pengen blu-raynya. Gua belum pernah liat kualitas film Blu-Raynya Criterion Collection. Pasti keren. Selain itu, gua juga pengen beberapa film Blu-Ray populer, seperti District 9, Inglorious Basterds, dan Up.

There You have it!! 8 hadiah yang paling gua inginkan untuk Ulang tahun. Paling ngga, kalo lo mau ngasih kado, ga usah bingung-bingung amat gitu. Kalo sampe ada yang ngasih salah satu dari wishlist ini, gua akan membalasnya dengan terima kasih yang tidak terkira!! Selamat berburu!!!

Hari ini gw pergi ke Ratu Plaza. Tujuannya adalah untuk beli softcase buat external hard disk, tapi malah end up beli DVD. Yah, mau gimana. Selain karena ternyata harga softcasenya mahal bener, ada DVD-DVD bagus yang gw tunggu-tunggu akhirnya keluar bajakannya. Tapi gw ngga mau cerita tentang DVD. Gw mau cerita tentang seorang perempuan yang mencari Earl Klugh.

Jadi ketika gw sedang iseng melihat-lihat dvd yang didisplay, suara seorang perempuan mengalihkan perhatian gw. Sebenernya sih lebih kayak suara mas-mas penjaga tokonya yang membuat gw menoleh. Mas-masnya bilang, “di sini Jazz semua nih”. Gw menoleh. Dan saat itulah gw melihat dia. Rambutnya panjang, mukanya cantik, pake baju abu-abu dan celana panjang hitam. Dia bertanya sama mas-masnya, “Ada Earl Klugh?” Tapi tentu saja itu pertanyaan yang salah ditujukan ke mas-mas penjaga toko DVD bajakan. Tentu saja si mas-mas malah akan mengalihkan pembicaraan ke produk lain. Si mas-mas malah bilang, “ini koleksi jazz semua”. Jawaban bagus mas.

Dan gw tidak bisa mengalihkan pandangan gw dari dia, si perempuan yang mencari Earl Klugh. Selama gw ada di sana, gw selalu colongan ngeliat dia. Entah kenapa gw selalu tertarik sama yang seperti ini: cantik, tapi jalan-jalan sendirian di tempat yang kalo menurut gw, bukan tempatnya dia banget. Rasanya pengen gw samperin trus gw ajakin ngobrol. Mungkin kita bisa jalan-jalan ke tempat seperti ini tiap weekend. Gw nemenin dia nyari musik-musik jazz. Dia nemenin gw nyari dvd-dvd langka. Trus mungkin kita bisa ngopi, di sebuah coffee shop mungil yang memutar lagu-lagu adem, ngobrolin banyak hal. Mungkin kita bisa pergi ke konser jazz bareng. Mungkin kita bisa pergi nonton midnight bareng. Mungkin mungkin mungkin.

Kenyataannya gw cuma ngeliatin dia, dan saat gw menoleh untuk kesekian kalinya, dia udah gak ada di situ. Mungkin dia ngga nyata. Mungkin dia ngga pernah ada di situ. Mungkin dia cuma ada di bayangan gua. Atau mungkin dia emang udah pulang aja.

Tapi apapun itu, gua ngga pernah sempet ngobrol sama dia dan nanya namanya. Gua cuma tau dia dia sebagai Perempuan yang mencari Earl Klugh.

Hari ini gw pergi ke Brightspot Market bersama teman baik gw, Bima. Kami ke situ bukan karena kami gaul dan super hip, tapi lebih karena kami bener-bener gak ada kerjaan di Sabtu ceria ini, persis seperti apa yang terjadi di Sabtu-Sabtu sebelumnya selama beberapa bulan belakangan ini. Maka dengan berbekal pengetahuan seadanya mengenai Brightspot Market, berangkatlah kami menuju ke Grand Indonesia.

Sesampainya disana, kami langsung mengitari area Brightspot Market. Karena ngga ada ekspektasi apa-apa, jadi yah bagus-bagus aja. Banyak barang-barang yang menarik. Diskon paling OK cuma diberikan oleh AOD. Sisanya kurang spesial. Tapi bukan itu yang akan gw ceritakan kali ini. Soal liputan acara mah elo juga bakal banyak baca nanti-nantinya. Plus, pekerjaan gw sehari-hari juga udah nulis liputan acara jadi yah…biarkanlah saya bersenang-senang dulu.

Jadi ceritanya pas di Brightspot Market ini gw menghampiri boothnya White Board Journal. Sebenernya gw beneran gak tau apa spesialisasi mereka, tapi yang jelas mereka jual sketchbook dan kaos. Sketchbooknya cukup keren dan menarik perhatian gw. Gw sempet liat-liat sketchbook itu dan cukup tergoda. Namun kemudian gw liat harganya. Rp 40,000. Hmm…Kayaknya notebook yg gw pake skarang masih ada sisa halaman cukup banyak deh. Gw blum butuh. Maka gw letakkan lagi sketchbook itu.

Ketika itulah tiba-tiba gw mendengar suara lembut, “silahkan sketchbooknya…”. Cih, standart mbak-mbak Giordano. Tapi toh gw menoleh juga. Dan aku terkejut saudara-saudara. Si empunya suara itu ternyata adalah seorang perempuan yang sangat cantik. Si cantik ini kemudian mengatakan beberapa hal lagi, kalo ga salah tentang kaos atau sketchbook, tapi gw ga gitu denger karena gw sudah terpesona. Di saat inilah tiba-tiba pikiran tidak rasional gw mulai bekerja. Tiba-tiba gw merasa GW SANGAT BUTUH SKETCHBOOK ITU. Tiba-tiba gw merasa, walaupun notebook yang gw pake sekarang masih sisa banyak, tapi apa salahnya beli cadangan? Tapi harganya mahal. Ah, 40,000 untuk produk lokal gak mahal dong. Kita harus support produk lokal kan?? Iya kan??

Untungnya tiba-tiba pikiran rasional gw kembali mengambil alih. Apa yang gw lakukan sebenarnya? Apakah dengan beli sketchbook itu lalu si cewe cantik penjaga toko itu akan terpesona?? Ngga kan? Apakah kalo gw beli tu sketchbook lalu si cewe cantik itu akan ngajak gw kenalan dan ngasih nomer telpon?? Ngga juga kan??? So what the fuck am I doing here???? Fuck!!!!

Dari situ gw baru menyadari betapa menyedihkannya hari Sabtu ini. Selama berjalan-jalan di Brightspot Market dan Grand Indonesia, gw banyak sekali menjumpai wanita-wanita cantik, dan banyak di antara mereka yang berjalan tanpa pasangan pria. And yet, here I am spending my weekend with Bima. Ini ironis sekali. Sangat ironis sekali.

Anyway, setelah berkeliling-keliling dan kebayang-bayang terus wajah si perempuan cantik itu, gw mengajak Bima untuk kembali ke Brightspot Market. Tujuannya, yah, untuk melihat perempuan itu lagi. Cuma ngeliat doang loh. Gw tau gw tidak punya kapasitas untuk berbuat lebih. Dan sesampainya di booth White Board Journal…perempuan cantik itu sudah tiada.

Ah ya, mungkin dia udah selesai shiftnya. Mungkin dia udah pergi malam mingguan. Mungkin dia udah dijemput pacarnya dan berkelana mengelilingi Jakarta. Mungkin dia…yah apapun itu ngga ada bedanya lah buat gw. Malem mingguan gw tetep gini-gini aja.

Beberapa hari yang lalu, gw pergi ke PIM untuk bertemu dengan beberapa orang teman-teman lama. Gw pergi ke PIM sama temen gw, Davey. Sembari menunggu teman-teman yang lain datang, kami berjalan-jalan ke Multi Toys yang ada di jembatan itu. Di situ, kami melihat mainan Ultimate Bumblebee, salah satu seri mainan Transformers. Harganya 2 jutaan. Davey ngomel-ngomel karena menurut dia, dulu harganya 1 jutaan. Mungkin dulu waktu dia masih SD. Tapi karena gw ngga berminat beli mainan itu, gw cuek aja. Anyway bagi yang penasaran seperti apa Ultimate Bumblebee, ini gambarnya:

Ultimate Bumblebee

Ultimate Bumblebee

Nah, dari Multi Toys, kita nyebrang ke sebuah toko mainan yang lebih kecil dan kelihatan lebih tidak bonafide dibandingkan Multi Toys. Gw lupa nama tokonya apa, yang jelas letaknya bener-bener persis di seberang Multi Toys. Mainan di sini lebih sedikit dan kelihatan lebih, sorry, murah. Nah saat lagi muter-muter di dalam toko inilah tiba-tiba gw melihat sebuah Ultimate Bumblebee lagi. Atau lebih tepatnya, begitu gw kira tadinya. Agak aneh melihat Ultimate Bumblebee di toko ini, karena harga barangnya bisa jadi terlalu jomplang dibandingkan mainan lainnya.

Karena penasaran gw lihat lebih dekat dong. Saat gw lihat lebih dekat, ada yang aneh. Rasanya detil mainannya sedikit berbeda. Trus gw mulai mikir, “hmmm…jangan-jangan…ini imitasi…” dan saat itu jugalah secara tidak sengaja gw melihat merk dari mainan itu. Merknya sungguh sangat luar biasa, sampai-sampai gw tidak bisa menahan diri gw untuk memotretnya. Gw akan biarkan kalian melihat sendiri merk “Ultimate Bumblebee imitasi” ini:

"Ultimate Bumblebee"

"Ultimate Bumblebee"

Yak. Mainan imitasi ini sudah membawa istilah “literal” ke sebuah level yang baru. Dan dari segi penamaan, ini juga inovasi baru lho. Kalo biasanya imitasi itu cuma main plesetan (dari Adidas jadi Adidos), di sini si pembuat imitasi ini mengambil esensi dari transformers dan menjadikannya nama mainannya. Mungkin kira-kira meeting kreatifnya seperti ini:

Boss : Ok, kita mau buat imitasi transformers nih. ada ide buat nama?

Pekerja : Gimana kalo Transmorphers pak?

Boss : aduh…pelesetan kayaknya basi ya. Transformers itu apa sih esensinya? Bisa apa sih?

Pekerja : Mereka…robot yang bisa berubah bentuk pak–

Boss : Itu dia. Kita pake nama itu. The Changeable Robot. Karena mereka robot, dan mereka bisa berubah. Changeable Robot. Jenius.

Mungkin begitu kira-kira. Luar biasa sekali memang. Bentuk mainannya sendiri mirip banget. Ya seperti yang gw bilang tadi, beda detil dikit lah. Tapi bisalah lo pake buat nipu temen lo. Harganya? Beda satu nol. Ini cuma 200ribuan. Jadi bagi kalian yang menginginkan mainan Ultimate Bumblebee tapi masih kurang mampu….inilah kesempatan kalian.

Jadi ceritanya, tadi gw pergi ke openingnya OK Video di Galeri Nasional Indonesia. Gw cukup terpukau melihat instalasi festival ini dan membuat gw merasa menyesal sekali tidak mengirimkan karya gw. Damn, gw kepikiran lagi…berikan gw waktu untuk merenungkan penyesalan gw…

….

Ok, sudah. Jadi gw datang ke Galeri Nasional bersama seorang teman kantor, Ruth. Nah, setelah berjalan-jalan dan berkeliling melihat-lihat, kami bertemu dengan dua orang rekan kantor lagi, Yudhi dan Venie. Mereka lagi ngemper gitulah.

Nah, ketika gw baru dateng, tiba-tiba Yudhi berkata, “Jer, dicariin Sari”. Seketika gw langsung keringet dingin. Man, gw udah lama ngga ngerasa kayak gini. Terakhir SMA kayaknya. Gw berharap ketemu, tapi gw takut. Cemen banget, I know.

Jadi gw sok cool aja. Nah, akhirnya kami semua mengemper bersama sambil ngobrol. Kemudian, ketika gw sedang ngomongin sesuatu, tiba-tiba Yudhi, Venie, dan Ruth diam. Mereka semua melihat ke satu arah. Pandangan mereka semua tertuju ke seorang wanita memakai dress biru tua polkadot dan memakai celana hitam yang berjalan dengan anggunnya. Pandangan mereka semua tertuju pada Nona Sari yang melintas di hadapan kami.

Aku hanya bisa terdiam. Ngeliatin nona Sari melintas. Berharap dia nengok dan bilang, “Hai Jer!”. Tapi itu tidak terjadi. Dan udah, gitu aja. Dia melintasi kami.

Kenapa ngga gw panggil? Gw juga ga tau. Gw cemen, remember? Dan kemudian gw bertanya sama Venie, “kenapa semua pada diem?” dan Venie menjawab, “Gw cuma mau liat reaksi lo…”

Yeah, bagaimana reaksi gw Ven? Gw ga tau, yang jelas gw ngga bisa konsentrasi setelah itu. Gw berkeliling Galeri lagi, berharap berpapasan, tapi itu tidak terjadi. Gw mau ke WC, berharap berpapasan, tapi itu tidak terjadi.

Ya sudahlah. Jadi sebenernya, gw emang ngga BERTEMU Nona Sari. Gw hanya melihatnya melintas di depan gw.

Fuck.

Metro Mini Anjing

Di post gw sebelumnya gw sudah menjabarkan hal-hal apa saja yang gw ngga suka dan suka dari metro mini. Di situ, bisa dilihat bahwa ada 7 hal yang gw ga suka dari metro mini dan hanya ada 1 hal yang gw suka, atau lebih tepatnya terpaksa suka.

Hari ini, metro mini memberikan tambahan alasan kenapa gw memang sudah layak dan sepantasnya membenci mereka.

Gw pulang dari kantor sekitar jam setengah 8 malam. Bukan karena ada lembur atau menyelesaikan pekerjaan, emang baru mau pulang aja. Seperti biasa, gw jalan dari kantor gw ke Melawai, untuk menunggu kendaraan orange laknat itu. Sesampainya di Melawai, betapa beruntungnya gw karena ngga usah pake nunggu, si s70 sudah lewat. Langsunglah gw naik.

Begitu naik, perasaan gw langsung ngga enak. Ada banyak kursi kosong di situ. Kalo kita naek transjakarta, banyak kursi kosong = kenyamanan. Tapi kalo naek metro mini banyak kursi kosong….artinya di suatu titik elo akan diturunin dan disuruh pindah bus. Tapi gua ngga punya pilihan bukan??? Mau ngga mau gw harus menerima kenyataan itu bukaaann???

Akhirnya dengan perasaan was-was gw tetep naik metro mini itu dan gw duduk di samping pak supir. Selama perjalanan, gw cuma berharap satu hal: jangan sampe ketemu metro mini s70 lain yang lebih rame. Dan memang perjalanan tersebut berjalan cukup lancar….sampai akhirnya kita sampai di Pos Pengumben.

Di perempatan Pos Pengumben-Jalan Panjang, setelah metro mini yang gw tumpangi melakukan manuver dewa (sebuah manuver yang hanya metro mini yang bisa: dari jalur paling kanan, belok ke kiri), tiba-tiba kami berjumpa dengan metro mini s70 lain. Yang lebih penuh tentunya. Dan saat itulah, ketakutan gw terjadi. Si supir berkata, “ayo ayo, pindah pindah belakang. abis abis…” dan gw juga mendengar si kenek bilang “pindah belakang pindah belakang…mau pulang nih…”

Ok…gw tahan dulu komentar gw akan kalimat terakhir itu untuk gong dari cerita ini. Jadi ada sekitar 12 orang yang pindah dari bus gw ke bus belakang. Tentunya untuk masuk ke bus itu butuh waktu yang cukup lama dong? Dan ingat posisi duduk gw tadi? Di samping supir. Itu berarti gw keluar bus paling akhir dan merupakan antrian paling belakang untuk masuk ke bus-transit ini. Sembari gw ngantri masuk, gw melihat dan mendengar si kenek nyuruh gw untuk masuk dari pintu belakang.

Karena melihat pintu depan antriannya masih cukup rame, gw memutuskan untuk naek dari pintu belakang, sesuai himbauan si kenek. Dan persis ketika gw memegang handle metro-mini untuk pegangan pas mau naik…SI METRO MINI LANGSUNG TANCAP GAS.

Yeah, persis kayak mau ngerjain gw. Si kenek juga panik dong karena dia ketinggalan. Dia langsung ngetok-ngetok body metro mini itu dengan duid recehnya sambil tereak-tereak, tapi ketika akhirnya tuh metro mini berhenti, jaraknya udah sekitar 10 meter dari gw. Deket kan? Trus kemudian si kenek bertanya pada gw, “ikut ngga?!!”…Dengan pelan gw langsung membuat gerakan tangan untuk menyuruh si kenek untuk jalan, ngga usah nungguin gw. Dan kemudian gw menyadari kenapa tadi si Metro Mini tancap gas: ada metro mini lain yang rupanya sudah sampai di situ juga. Biasa, balapan sampe ke pool.

TAAAAAAAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEKKKKKKK!!!!!!! METRO MINI ANJIIIIIIIIIINNNNGGGGG!!!!!!

Pertama, kata-kata “…mau pulang”, well hello!!! gw juga mau pulang pereeeeeek!!!! trus kalo elo mau pulang ngapain elo nariiiiikkkk???!!!!!! Kedua, soal balapan itu. KENAPA SIIIIH???? kenapa harus kayak gitu???? Elo juga dapet penumpang gitu!!!! Knapa harus cepet-cepetan siiiiih??? kenapa sih pada tolol ngga punya otak semua?? Kepala lo semua isi TAI ya??

dan yang terakhir, “ikut ngga”… ikut ngga? IKUT NGGA????? Emang gw nebeng lo???!!! Gw bayar anjiiiiiiiiiiiinngggggg!!!!!!! Kalo elo ngerasa ngga dapet bayaran dari gw, salahin temenlo yang mindahin gw ke tempat lo!!! SALAHIN TUH BERAK MENCRET!! Gw juga ga mau pindah ke tempat lo!! gw mau pulaaaang!!! Jadi kalo lo tanya “ikut ngga” dan untuk “ikut” lo itu gw harus ngejer-ngejer lo biar cuma 10 meter…sorry. Gw bisa jalan sampe ke rumah.

Hakekatnya Metro Mini

Hakekatnya Metro Mini

Suatu hari nanti, kalian para oknum metro mini akan bersembah sujud, memohon para penumpang untuk naik ke bus busuk kalian itu, dan para penumpang cuma akan melirik dan meludahi bus tai itu, sebelum kemudian mereka naik ke sebuah angkutan umum yang jauh lebih modern dan manusiawi.

Amin.

Kata orang saya sumringah sekali hari ini. Efek foto bersama itu memang luar biasa. Nerdgasm, kalau bahasa sononya. Dan memang, sampai siang saya sepertinya senyum-senyum terus. Terbayang-bayang terus. Konyol.

Tapi semakin siang, rasanya jadi semakin menyedihkan. Fotonya terasa nyata. Rasanya seperti dekat sekali. Seperti sebuah langkah pendekatan yang patut dibanggakan. Mungkin karena yang bersangkutan begitu rendah hati dan begitu membumi. Rasanya seperti berbicara dengan teman. Rasanya seperti berbicara dengan seseorang yang bisa diajak untuk menjalin hubungan.

Tapi saya tahu kenyataannya. Kenyataannya sebenarnya sangat jauh sekali. Yang bersangkutan sudah ada yang punya. Dan hubungan merekalah yang memulai semua ini. Beruntung sekali. Kenyataanya tetap saja, dia adalah seorang idola dan saya adalah orang yang mengidolakannya.

Di film-film hollywood sana, selalu ada cerita bahwa seseorang yang bukan siapa-siapa ada kemungkinan menjalin hubungan dengan seorang idola. Tapi dalam kehidupan nyata, itu tidak akan terjadi. Ya, saya memang menantang alam. Saya ingin ini terjadi, karena alam merasa tertantang. Tapi jika ada hal yang saya pelajari selama ini, alam tidak pernah merasa tertantang untuk hal-hal yang sesungguhnya kita inginkan terjadi. Ia hanya akan menjadikan hal-hal yang sesungguhnya tidak kita inginkan terjadi. Kenapa, saya juga belum tahu.

Semakin dilihat, semakin mengenaskan. Mungkin fotonya akan saya simpan saja, tidak dipajang di halaman muka. Membuat perasaan tidak karuan. Mungkin membuat yang bersangkutan risih juga. Yah, akan saya simpan saja. Toh, gambar itu akan selamanya ada di hati saya.

Saya jadi sadar betapa sepinya hidup saya belakangan ini. Lingkungan kerja memang menyenangkan. Mereka semua baik dan lucu-lucu. Tapi itu semua seperti obat penghilang rasa sakit, ketika mereka hilang, demikian juga dengan efeknya. Ada sebuah kejadian menarik di kantor tadi. Kita semua sedang ngobrol di atas atap, ketawa-ketiwi. Tiba-tiba salah satu di antara mereka memutuskan untuk masuk kembali ke dalam. Dan dengan itu, tiba-tiba juga semua orang ikut masuk ke dalam. Entah kenapa, saya tidak ingin ikut arus itu. Jadilah tersisa saya sendiri di atap itu. Sendirian, kesepian. Lucu, seperti perumpamaan hidup saya belakangan.

Teman saya bilang, saya belum keluar dari zona nyaman. Dia bilang, begitu saya berhasil keluar dari zona nyaman, saya akan terkejut. Nyaman? Rasanya sih sekarang ini tidak nyaman-nyaman amat juga. Tapi yah, mungkin dia benar.

Mungkin saya akan terkejut. Dan mudah-mudahan kejutan itu menyenangkan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.