Jadi ceritanya, tadi gw pergi ke openingnya OK Video di Galeri Nasional Indonesia. Gw cukup terpukau melihat instalasi festival ini dan membuat gw merasa menyesal sekali tidak mengirimkan karya gw. Damn, gw kepikiran lagi…berikan gw waktu untuk merenungkan penyesalan gw…
….
Ok, sudah. Jadi gw datang ke Galeri Nasional bersama seorang teman kantor, Ruth. Nah, setelah berjalan-jalan dan berkeliling melihat-lihat, kami bertemu dengan dua orang rekan kantor lagi, Yudhi dan Venie. Mereka lagi ngemper gitulah.
Nah, ketika gw baru dateng, tiba-tiba Yudhi berkata, “Jer, dicariin Sari”. Seketika gw langsung keringet dingin. Man, gw udah lama ngga ngerasa kayak gini. Terakhir SMA kayaknya. Gw berharap ketemu, tapi gw takut. Cemen banget, I know.
Jadi gw sok cool aja. Nah, akhirnya kami semua mengemper bersama sambil ngobrol. Kemudian, ketika gw sedang ngomongin sesuatu, tiba-tiba Yudhi, Venie, dan Ruth diam. Mereka semua melihat ke satu arah. Pandangan mereka semua tertuju ke seorang wanita memakai dress biru tua polkadot dan memakai celana hitam yang berjalan dengan anggunnya. Pandangan mereka semua tertuju pada Nona Sari yang melintas di hadapan kami.
Aku hanya bisa terdiam. Ngeliatin nona Sari melintas. Berharap dia nengok dan bilang, “Hai Jer!”. Tapi itu tidak terjadi. Dan udah, gitu aja. Dia melintasi kami.
Kenapa ngga gw panggil? Gw juga ga tau. Gw cemen, remember? Dan kemudian gw bertanya sama Venie, “kenapa semua pada diem?” dan Venie menjawab, “Gw cuma mau liat reaksi lo…”
Yeah, bagaimana reaksi gw Ven? Gw ga tau, yang jelas gw ngga bisa konsentrasi setelah itu. Gw berkeliling Galeri lagi, berharap berpapasan, tapi itu tidak terjadi. Gw mau ke WC, berharap berpapasan, tapi itu tidak terjadi.
Ya sudahlah. Jadi sebenernya, gw emang ngga BERTEMU Nona Sari. Gw hanya melihatnya melintas di depan gw.
Fuck.
hiwihiwihwiwhwiwhwiwh yang sabar om ;p